Friday, August 19, 2011

Di Balik Tubuh Bagus Sang Perokok

Di Balik Tubuh Bagus Sang PerokokBeberapa orang merokok dengan alasan untuk menjaga penampilan, karena jika berhenti tubuhnya akan jadi gemuk. Namun penampilan sebagus apapun tidak akan ada artinya ketika racun rokok mulai menggerogoti organ-organ di dalam tubuhnya.

Sejak tahun 1997 silam, organisasi kesehatan dunia atau WHO telah merilis gambar yang menceritakan betapa parahnya kerusakan organ yang terjadi di dalam tubuh seorang perokok. Tak hanya organ yang di dalam, permukaan kulit juga lama kelamaan bisa mengalami kerusakan.

Gambaran kerusakan berbagai organ di balik penampilan menarik para perokok adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari WHO.int, Jumat (19/8/2011).

1. Psoriasis
Para perokok lebih rentan terkena psoriasis, sejenis radang pada kulit yang sifatnya kronis namun tidak menular. Penyakit ini menyebabkan rasa gatal yang luar biasa, disertai bercak merah dan sisik di permukaan kulit yang tidak bisa diobati secara tuntas.

2. Katarak
Asap rokok memicu katarak dengan 2 cara, yang pertama adalah mengiritasi mata secara langsung dan yang kedua dengan melepas racun di paru-paru yang masuk ke pembuluh darah lalu terbawa ke mata. Para perokok memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk menderita katarak dan gangguan mata lainnya termasuk degenerasi makula.

3. Keriput
Keriput dan gejala penuaan dini lainnya lebih cepat muncul pada kulit para perokok, sebagai akibat dari berkurangnya protein, vitamin A dan aliran darah ke daerah tersebut. Kulit seorang perokok biasanya kering dan bergaris terutama di sekitar bibir dan mata.

4. Tuli
Karena asap rokok bisa membentuk sumbatan di pembuluh darah, maka aliran darah ke organ dalam telinga juga bisa terpengaruh. Akibatnya pendengaran dan risiko tuli berkurang sedangkan risiko infeksi di di beberapa bagian telinga akan meningkat.

5. Kanker
Lebih dari 40 senyawa dalam asap rokok adalah karsinogen atau pemicu kanker. Seorang perokok memiliki risiko 20 kali lipat untuk terkena kanker paru dibandingkan yang tidak merokok. Makin lama merokok, makin besar risiko kanker di bagian lain terutama hidung dan saluran napas, rongga mulut, kerongkongan, lambung, pankreas, payudara dan ginjal.

6. Gigi berlubang atau tanggal
Keseimbangan kimiawi dalam rongga mulut sangat terganggu akibat asap rokok, sehingga memicu terbentuknya karang gigi yang membuat gigi tampak menguning. Perokok juga 1,5 kali lebih berisiko untuk mengalami gigi tanggal, berlubang atau membusuk.

7. Emphysema atau sesak napas
Selain memicu kanker paru, rokok juga menyebabkan sebagian kantong udara di paru-paru mengalami keruntuhan. Akibatnya adalah sesak napas karena kapasitas menampung oksigennya berkurang, yang pada tingkat keparahan tertentu harus diatasi dengan melubangi saluran napas di bagian leher.

8. Pengeroposan tulang
Karbon monoksida hasil pembakaran tidak sempurna pada rokok maupun asap kendaraan dapat menyabotase fungsi hemoglobin sebagai pengangkut oksigen. Karena distribusi oksigen terganggu, tulang mudah mengalami pengeroposan dan 5 kali lebih berisiko terserang nyeri punggung.

9. Sakit jantung
Diperkirakan 1 dari 3 kematian manusia di dunia ini disebabkan oleh masalah jantung, sedangkan rokok adalah salah satu pemicu utama pada masalah tersebut. Terkait kematian akibat masalah jantung, rokok membunuh sekitar 1 juta orang/tahun di negara berkembang dan sekitar 600.000 orang/tahun di negara maju.

10. Tukak lambung
Racun dalam rokok mengurangi kekebalan terhadap infeksi bakteri di saluran pencernaan, sehingga mudah terjadi luka dan peradangan. Lambung juga lebih sulit menetralisir asam, padahal jika sudah terjadi tukak lambung maka pengobatannya menjadi lebih sulit jika sudah terkena racun rokok.

11. Jari-jari berubah warna
Kontak langsung antara racun tar dalam rokok dengan jari tangan saat memegangnya dapat memberikan dampak secara langsung. Dampak tersebut mudah dikenali dengan perubahan warna pada kulit maupun jari tangan yang menjadi agak coklat kekuningan.

12. Kanker serviks dan keguguran
Di bagian manapun, risiko kanker pada perokok mengalami peningkatan tak terkecuali di sistem reproduksi perempuan khususnya serviks atau leher rahim. Terganggunya aliran darah pada para perokok menyebabkan suplai oksigen ke janin lebih sedikit, sehingga risiko lahir dengan berat badan rendah atau bahkan keguguran lebih tinggi.

13. Sperma cacat
Jumlah sperma yang memiliki bentuk normal pada perokok mengalami penurunan, sehingga kualitasnya secara umum lebih rendah untuk bisa membuahi pasangannya. Kalaupun sukses menghamili, janin hasil pembuahan dari sperma perokok cenderung lebih rentan keguguran.

14. Penyakit Buerger
Matinya jaringan hidup di beberapa organ yang kemudian membusuk juga bisa disebabkan oleh asap rokok. Beberapa racun dalam rokok bisa memicu Penyakit Buerger atau thromboangitis obliterans, yakni pelenyapan trombosit akibat radang di pembuluh darah. Jaringan yang membusuk terjadi karena aliran darah ke bagian tersebut terhenti.

Detik

Tuesday, February 15, 2011

Cara Mendeteksi Bau Mulut

Cara Mendeteksi Bau MulutKebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki masalah bau mulut atau dalam dunia medis dikenal dengan halitosis. Sebenarnya ada cara mudah untuk mendeteksi bau mulut.

Wajar memang jika orang tidak menyadari punya masalah bau mulut, karena otak terbiasa dengan aroma pribadi sehingga otak mengira bau sehari-hari adalah bau yang wajar.

Agar bisa terdeteksi sejak awal Anda mendeteksi bau mulut sendiri dengan cara sebagai berikut, seperti dilansir CNN, Rabu (16/2//2011):

1. Cek lidah
Mulailah dengan mengecek lidah. Bila lidah berwarna pink atau merah muda dan mengkilap, berarti menunjukkan napas Anda segar.

"Namun bila lidah berwarna putih dan bersisik, maka itu pertanda bau mulut," jelas Dr Harold Katz, seorang bakteriologi dan pendiri California Breath Clinic.

2. Jilat punggung tangan
"Mencium napas sendiri di tangan bukan cara terbaik untuk memeriksa halitosis," kata Dr Katz. Menurutnya, cara terbaik adalah dengan menjilat punggung tangan, biarkan kering selama beberapa detik dan kemudian cium permukaannya. Bila berbau tak sedap, maka Anda mengalami halitosis.

Dr Katz menjelaskan, bau mulut memang identik dengan kondisi kesehatan gigi yang buruk. Namun bukan berarti orang yang dengan kondisi gigi baik, tidak berlubang, tidak bisa mengalami halitosis.

"Bau mulut juga berhubungan dengan lidah," jelas Dr Katz.

Menurut Dr Katz, lebih dari 600 jenis bakteri di temukan di mulut. Kebanyakan bakteri terperangkap di bawah permukaan lidah dan dapat menyebabkan bau mulut.

Bagaimana mengatasi bau mulut?

1. Banyak minum
Melawam bakteri penyebab bau mulut seperti mempersiapkan pertempuran. Tetaplah terhidrasi dan banyak minum. Mulut kering adalah tempat yang nyaman untuk berkembang biak bagi bakteri penyebab bau mulut yang bersarang di lidah.

2. Kunyah permen karet bebas gula
Mengunyah permen karet bebas gula dapat terus menghasilkan air liur yang merupakan cara alami untuk menghilangkan bau mulut.

"Air liur memiliki oksigen yang menjadi musuh alami untuk bakteri yang berbau busuk. Mereka tidak bisa hidup dengan adanya oksigen, sehingga minum air dan mengunyah permen karet bebas gula dapat menghilangkan bau mulut," jelas Dr Katz.

Menggunakan penyegar mulut yang mengandung mint bukan ide yang buruk untuk menghilangkan bau mulut, namun menurut Dr Katz, hal tersebut hanya bersifat sementara.

3. Hindari makanan penyebab bau mulut
Bila khawatir menimbulkan bau, batasi konsumsi makanan seperti bawang putih, bawang merah, kari dan ikan. Minuman yang bersifat asam seperti bir, kopi, wine (anggur) dan soda juga bisa menjadi pemicu bau mulut, karena dapat melepaskan senyawa yang berbau busuk, yang bisa diserap ke dalam aliran darah. Juga batasi coklat dan permen yang bersifat manis, karena kandungan gula dapat membantu bakteri mereproduksi di mulut.

4. Makan makanan penghilang bau mulut
Teh hijau memiliki sifat anti-bakteri yang mengalahkan bau busuk. Cinnamon atau kayu manis juga mengandung minyak esensial yang membunuh banyak jenis bakteri mulut.

Makan buah-buahan segar dan sayuran, seperti seledri atau apel, menawarkan manfaat penghilang bau mulut ganda. "Mengunyah seledri atau apel akan menghasilkan lebih banyak air liur di mulut Anda, dan tekstur makanan tersebut juga akan membantu mengusir bakteri," menurut Dr Katz. Melon dan buah berry juga membantu.

"Saya mengatakan kepada pasien saya untuk makan melon, jeruk dan makanan lain yang tinggi vitamin C, karena mereka membantu membunuh bakteri bau alami," kata Dr Katz.

Jika Anda sudah mengubah gaya hidup dan kebiasaan makan namun bau mulut masih berlanjut, hubungi penyedia layanan kesehatan untuk memastikan itu bukan suatu tanda kondisi medis yang lebih serius.

Karena sekitar 10 persen dari kasus bau mulut merupakan gejala dari sinus kronis atau infeksi pernapasan, penyakit refluks, gangguan hati dan ginjal, kanker atau diabetes. Penyakit tersebut dapat melepaskan bahan kimia ke dalam tubuh yang menghasilkan bau mulut.

Sumber : Merry Wahyuningsih - detikHealth

Saturday, February 12, 2011

Kecanduan Porno Bikin Pria Sulit Klimaks di Hubungan Nyata

Laki-laki kebanyakan memiliki obsesi tinggi dengan porno. Kecanduan porno ini memang bisa menaikkan libido atau gairah seksualnya pria tapi dalam hubungan nyata pria malah sulit klimaks.

Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari University of Montreal Kanada tahun 2008 menemukan semua pria dewasa ternyata pernah menonton pornografi. Yang mengejutkan kebiasaan itu dimulai pertama kali saat rata-rata usia pria 10 tahun.

Laki-laki yang kecanduang porno akan membuatnya sulit untuk mencapai klimaks atau melakukan orgasme palsu saat berhubungan seksual dengan perempuan yang nyata, karena kecanduan porno bisa mempengaruhi libido dan mengganggu pelepasan hormon di otak.

Fakta yang ada jika seseorang berhubungan seksual maka ia harus memiliki ikatan emosional dengan pasangan. Saat mengalami orgasme otak akan melepaskan hormon dopamin dan oksitosin yang berperan sebagai 'ramuan biokimia cinta' dan membantu membentuk ikatan emosional antar pasangan.

Tapi bagi beberapa orang yang kecanduan porno umumnya tidak benar-benar melakukan hubungan seks dengan perempuan nyata karena ia tidak memiliki perasaan emosional tersebut. Kondisi ini yang membuatnya sulit mencapai klimaks saat berhubungan seksual dengan perempuan yang nyata.

Untuk ia akan lebih merasa terpuaskan ketika melakukan monogami dengan menggunakan sesuatu yang menyenangkannya atau menggunakan alat bantu seks. Kondisi ini juga yang membedakan antara cinta dan nafsu, seperti dikutip dari Healthland.Time, Sabtu (12/2/2011).

Kecanduan pornografi adalah perilaku berulang untuk melihat hal-hal yang merangsang nafsu seksual, dapat merusak kesehatan otak dan kehidupan seseorang, serta pecandu pornografi tidak sanggup menghentikannya.

Porno mungkin mempengaruhi libido laki-laki dalam cara-cara merusak bagian otak yang mempengaruhi pelepasan senyawa-senyawa kimia tertentu sehingga mempengaruhi ia dalam mencapai klimaks saat berhubungan seksual.

Sumber : Vera Farah Bararah - detikHealth

Tuesday, February 8, 2011

Bakteri di Susu Bayi Ancam Selaput Otak

Bakteri di Susu Bayi Ancam Selaput OtakMahkamah Agung (MA) memerintahkan agar Menteri Kesehatan RI dan lembaga terkait mengumumkan hasil penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai susu formula yang tercemar bakteri Enterobacter sakazakii. Perintah ini juga berlaku bagi IPB dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam pertimbangan Majelis Kasasi MA, hakim memaparkan sedikit hasil penelitian IPB yang diketuai Sri Estuningsih, dan dipublikasikan melalui situs kampus pada 17 Februari 2008. Bakteri Enterobacter sakazakii ini dapat menghasilkan enterotoksin atau bahan atau zat racun yang tahan panas.

Dampak racun ini sangat berbahaya bagi bayi yang baru lahir. Seperti dikutip dari situs MA, racun yang dihasilkan bakteri tersebut menyebabkan enteritis (radang usus), sepsis (keracunan yg disebabkan oleh hasil proses pembusukan), dan meningitis (peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang).

Sementara itu, dilansir dari wikipedia, tingkat kematian akibat infeksi Enterobacter Esakazakii mencapai 40-80 persen. Sebanyak 50 pasien yang dilaporkan menderita infeksi E. Sakazakii meninggal dalam waktu satu minggu setelah diagnosa.

Pemberian nama bakteri ini sendiri untuk menghormati salah satu bakteriolog Jepang bernama Riichi Sakazakii.

Enterobacter sakazakii dapat ditemukan di beberapa lingkungan industri makanan (pabrik susu, coklat, kentang, sereal, dan pasta), lingkungan berair, sedimen tanah yang lembab. Dalam beberapa bahan makanan yang potensi terkontaminasi E. sakazakii antara lain keju, sosis, daging cincang awetan, sayuran, dan susu bubuk.

Pemohon gugatan ini, David ML Tobing mengapresiasi putusan MA yang melindungi masyarakat. "Ini putusan yang sangat positif," kata dia saat dihubungi Jumat 28 Januari 2011. "Menkes harus buka nama-nama produk susu yang terkontaminasi."

Dia meminta agar Menteri Kesehatan, BPOM, dan IPB melindungi masyarakat ketimbang perusahaan yang memproduksi susu berbakteri. "Seharusnya IPB sebagai lembaga pendidikan, tidak perlu dipaksa-paksa pengadilan lah," tegasnya.

Dia pun menolak anggapan yang menyebutkan penelitian ini akan membuat perusahaan susu bangkrut.

Sumber : http://kosmo.vivanews.com

Sumber Makanan yang Memicu Jerawat

Sumber Makanan yang Memicu JerawatSelain dipicu stres dan faktor kebersihan kulit, jerawat atau acne vulgaris juga berkaitan dengan kadar gula darah. Karena itu, berbagai jenis makanan yang banyak mengandung gula harus dibatasi jika tidak ingin punya wajah berjerawat.

Peningkatan kadar gula darah mempengaruhi kondisi hormonal yang pada akhirnya mengganggu fungsi kelenjar minyak di permukaan kulit.

Jenis-jenis makanan yang bisa memicu munculnya jerawat seperti dilansir Hubpages.com, Selasa (8/1/2011):

1. Makanan berlemak
Terlalu banyak mengkonsumsi lemak akan menghambat transportasi oksigen dan nutrisi ke sel. Akibatnya, metabolisme terganggu sehingga kadar gula dalam darah akan mudah mengalami kenaikan dan penurunan secara drastis. Pada saat terjadi peningkatan, kondisi ini dapat memicu munculnya jerawat.

2. Susu dan produk olahannya
Kandungan lemak dalam susu dan produk olahannya sangat tinggi sehingga efeknya terhadap jerawat sama seperti makanan berlemak. Es krim, keju dan sejenisnya termasuk produk olahan susu yang sebaiknya dihindari oleh pemilik wajah berjerawat.

Selain itu, ada beberapa jenis susu yang diperah dari sapi betina yang sedang bunting. Jenis susu ini mengandung hormon tertentu yang di tubuh manusia akan diubah menjadi hormon dihydrotestosterone (DHT) penyebab
jerawat.

3. Gula olahan
Secara alami, gula terdapat di hampir semua makanan termasuk buah-buahan. Namun selama buah-buahan itu dimakan mentah-mentah, jenis gula yang dikandungnya adalah gula kompleks berupa serat dan karbohidrat yagn tidak terlalu meningkatkan kadar gula darah.

Gula-gula tersebut baru akan menjadi masalah bagi jerawat jika sudah berubah ke bentuk yang lebih sederhana, melalui proses pengolahan. Gula pasir merupakan bentuk gula sederhana yang memicu jerawat dan banyak dipakai dalam permen maupun berbagai jenis kue.

4. Kafein
Kopi, teh, minuman bersoda dan beberapa jenis obat penghilang rasa nyeri merupakan sumber-sumber kafein yang bisa memperparah jerawat. Salah satu efek karein adalah merangsang kelenjar adrenalin, sehingga bisa meningkatkan kadar stres yang merupakans alah satu faktor pemicu jerawat.

Efek samping kafein yang lain adalah gangguan tidur, yang juga bisa memicu jerawat. Selain meningkatkan stres, kurang tidur juga menghambat proses pe,mulihan kondisi fisik dan mekanisme pembuangan racun yang terjadi di dalam tubuh.

5. Makanan olahan
Sardin kalengan, baso awetan, sosis, nugget dan sejenisnya termasuk produk makanan olahan yang sering mengandung bahan tambahan termasuk pengawet. Bahan-bahan tersebut sulit dicerna oleh tubuh dan bisa memperparah radang pada jerawat yang sudah mengalami infeksi.

Sumber : Uyung Pramudiarja - detikHealth

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More